Lanud RSA Dukung Latihan Survival Dasar Grup 4 Khusus, Penutupan Digelar di Pantai Tanjung Natuna

Foto: Lanud Raden Sadjad Natuna memperkuat pelaksanaan Latihan Survival Dasar Grup 4 Khusus TA 2026 melalui dukungan personel dan fasilitas. Kegiatan ditutup Rabu (11/2/2026) di Pantai Tanjung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Natuna, AnalisisPos.com – Lanud Raden Sadjad Natuna memperkuat pelaksanaan Latihan Survival Dasar Grup 4 Khusus TA 2026 melalui dukungan personel dan fasilitas. Kegiatan ditutup Rabu (11/2/2026) di Pantai Tanjung, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Komandan Lanud RSA Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., diwakili Kasi Opslat Disops Lanud RSA Letkol Pnb Muhammad Qorie P, S.H., menghadiri upacara penutupan. Latihan digelar di kawasan daerah Limau Manis, Gunung Hiu dan Pantai Tanjung sebagai lokasi utama.

Upacara dipimpin Asops Kolonel Pnb Kamto Adi S., S.T., M.M.S., mewakili Komandan Grup 4 Khusus, Marsekal Pertama TNI I Ketut Adiyasa Ambara, menyampaikan bahwa latihan ini sebagai proses pembentukan karakter, ketahanan mental, naluri tempur, serta kemampuan bertahan hidup dalam keterbatasan.

Latihan ini juga bertujuan meningkatkan profesionalisme, kesiapsiagaan, disiplin, dan kerja sama prajurit. Peserta dilatih mengambil keputusan cepat di bawah tekanan serta memperkuat tanggung jawab terhadap satuan.

Materi yang diberikan meliputi praktek IMPK, GPS, HTF, hewani, botani, dan bivak. Peserta juga menjalani caraka malam, konsolidasi, escape, serta jalan menyusuri pantai menuju titik pendaratan.

Selain itu, peserta mengikuti materi Sea Survival berupa renang rintis, dayung perahu, dan pengenalan tanda SAR. Seluruh rangkaian dirancang untuk memperkuat kemampuan bertahan hidup di darat dan laut.

Kegiatan melibatkan unsur lintas instansi, di antaranya Basarnas, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Natuna. Kolaborasi ini mendukung kelancaran latihan secara terpadu dan aman.

Lanud Raden Sadjad turut memberikan dukungan personel dan pelatih dari Batalyon Arhanud 14 Pasgat. Peserta terdiri dari personel Skadron Udara 51, Skadron Udara 52, serta perwakilan instansi terkait.

Melalui latihan ini, prajurit akan memiliki mental kuat, disiplin tinggi, serta kesiapan menghadapi berbagai situasi operasi. Kemampuan survival menjadi bekal penting dalam mendukung tugas di medan sesungguhnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *