Dubes Amerika Serikat Kunjungi Dekranasda Natuna, Apresiasi Produk Kerajinan Lokal

Foto: Duta Besar Amerika Serikat beserta rombongan saat melihat langsung berbagai produk unggulan hasil olahan dan kerajinan khas Natuna yang dipamerkan di stan Dekranasda/ist.

Natuna, AnalisisPos.com – Kedatangan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia ke Kabupaten Natuna menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Freedom 250 Roadshow.

Salah satu agenda kunjungan tersebut adalah meninjau Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Natuna yang berlokasi di Plaza IKM, Kompleks Masjid Agung Baitul Izzah, Selasa (10/2/2026) pagi.

Dalam kunjungan itu, Duta Besar Amerika Serikat beserta rombongan tampak antusias melihat langsung berbagai produk unggulan hasil olahan dan kerajinan khas Natuna yang dipamerkan di stan Dekranasda.

Sejumlah produk menarik perhatian, di antaranya olahan ikan tongkol asap, kerupuk atom khas Natuna, kain batik bermotif khas Natuna, serta kerajinan anyaman tikar pandan dengan beragam corak dan motif tradisional.

Ketua Dekranasda Kabupaten Natuna, Ny. Syafartidah Jarmin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Dubes Amerika Serikat beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan dampak positif terhadap promosi produk-produk pengrajin lokal Natuna.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini karena secara tidak langsung turut membantu mempromosikan hasil produksi para pengrajin Natuna agar semakin dikenal luas, bahkan hingga ke mancanegara,” ujar Syafartidah.

Ia juga mengajak seluruh pengrajin di Natuna untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain aspek ekonomi, Syafartidah menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal, khususnya keterampilan anyaman tikar pandan tradisional yang menjadi salah satu warisan budaya khas Natuna.

Ke depan, ia mendorong agar keterampilan menganyam tikar pandan dapat dijadikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah. Langkah ini dinilai penting sebagai upaya regenerasi dan pelestarian budaya agar tradisi anyaman tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda Natuna.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *