Natuna – Kapal pompong KLM Putra Natuna mengalami kebocoran saat berlayar di perairan Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, Kamis (5/3/2026) malam. Beruntung, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat.
Informasi yang dihimpun dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna menyebutkan, kapal yang berlayar dari Kalimantan menuju Serasan tersebut dilaporkan mengalami kebocoran sekitar pukul 23.30 WIB. Saat kejadian, posisi kapal berada sekitar 2,10 mil laut dari Unit Siaga SAR (USS) Serasan.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan pihaknya segera mengerahkan tim setelah menerima laporan dari masyarakat mengenai insiden tersebut.
“Setelah menerima informasi adanya kapal yang mengalami kebocoran, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Unit Siaga SAR Serasan, Pos TNI AL Serasan, Polsek Serasan, serta dibantu masyarakat setempat. Mereka menuju lokasi menggunakan Combat Boat milik Pos TNI AL Serasan.
Setibanya di lokasi kejadian, tim segera melakukan proses evakuasi terhadap seluruh awak kapal. Keempatnya kemudian dibawa menuju Pelabuhan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Abdul Rahman mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses penyelamatan tersebut.
“Kami mengapresiasi kesigapan seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang bergerak cepat sehingga seluruh awak kapal dapat dievakuasi dengan selamat,” katanya.
Diketahui, kapal KLM Putra Natuna memiliki kapasitas 98 Gross Tonnage (GT) dan diawaki empat orang, yakni Sunardi (49) selaku nahkoda serta tiga anak buah kapal (ABK), yaitu Payadi (47), Tira Rasa (26), dan Murandika (30). Seluruh awak kapal dilaporkan dalam kondisi selamat dan sehat.
Sementara itu, kondisi cuaca di perairan Serasan saat kejadian dilaporkan berawan dengan tinggi gelombang berkisar 1,0 hingga 1,1 meter, suhu udara sekitar 27–28 derajat Celsius, serta kecepatan angin 10–12 knot dari arah utara.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta kesiapan keselamatan pelayaran, khususnya bagi kapal-kapal yang melintas di wilayah perairan Natuna.






