Natuna, AnalisisPos.com – Pagi itu, suasana di Bandara Raden Sadjad, Ranai, tampak seperti biasa. Penumpang datang dan pergi dengan langkah tergesa, sebagian membawa tas besar, sebagian lagi menggandeng keluarga. Namun, di balik lalu-lalang yang terlihat tenang, ada kesigapan yang bekerja tanpa banyak sorotan, Senin (23/3/2026).
Di sejumlah titik strategis, petugas berseragam tampak berjaga. Mereka berdiri di area keberangkatan, memantau pergerakan penumpang, hingga memastikan setiap proses berjalan tertib. Inilah wajah lain dari arus mudik Lebaran 2026/1447 Hijriah, pengamanan yang rapi, terkoordinasi, dan nyaris tak terasa oleh para pemudik.
Pengamanan di bandara ini merupakan bagian dari Posko Terpadu Angkutan Lebaran yang melibatkan berbagai unsur. Mulai dari personel Lanud Raden Sadjad, Satpomau, hingga tim gabungan seperti intelijen, Babinterau, SAR Natuna, Avsec, dan Pramuka. Mereka bekerja dalam satu irama, menjaga stabilitas tanpa mengganggu kenyamanan penumpang.
Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, memantau kegiatan pengamanan untuk memastikan seluruh personel berada dalam kondisi siap siaga, sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan.
Di tengah kepadatan yang berpotensi meningkat selama musim mudik, para petugas tidak hanya fokus pada aspek keamanan. Mereka juga berperan dalam memberikan pelayanan, membantu penumpang yang membutuhkan informasi, hingga memastikan alur perjalanan tetap lancar.
Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama, koordinasi yang terjalin mampu menciptakan rasa aman. Aktivitas di Bandara Raden Sadjad berjalan normal dan terkendali. Pesawat datang dan berangkat sesuai jadwal, penumpang terlayani dengan baik, dan suasana tetap kondusif. (AP)






