Pukau Masyarakat, Reog Singo Mudho Hidupkan Suasana Pantai Piwang Natuna

Foto: Sanggar Seni Reog Singo Mudho kembali memukau masyarakat lewat pertunjukan Reog Ponorogo yang kian matang dan atraktif di Pantai Piwang, Sabtu (4/4/2026) malam/ist.

Natuna, AnalisisPos.com – Gemuruh tabuhan musik dan sorak sorai penonton menggema di Pantai Piwang, Sabtu (4/4/2026) malam. Sanggar Seni Reog Singo Mudho kembali memukau masyarakat lewat pertunjukan Reog Ponorogo yang kian matang dan atraktif.

Dengan semangat baru dan berbagai penyempurnaan, penampilan kali ini berhasil menyedot ribuan penonton. Sosok singo barong yang gagah, gerakan dinamis para penari, hingga iringan musik khas Ponorogo menghadirkan pengalaman budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memikat perhatian masyarakat Natuna.

Bacaan Lainnya

Suasana hangat terlihat usai pertunjukan. Banyak orang tua mengajak anak-anak mereka berfoto bersama para pemain Reog, menciptakan interaksi akrab antara seniman dan penonton. Momen ini menunjukkan bahwa kesenian mampu menjembatani kedekatan sosial lintas generasi.

Fenomena tersebut tidak lepas dari proses akulturasi budaya sejak 1990-an, ketika masyarakat dari Ponorogo bermigrasi ke Natuna. Budaya lokal dan kesenian Reog tidak saling menggeser, melainkan berpadu membentuk harmoni unik di wilayah perbatasan.

Ketua Sanggar Reog Singo Mudho, Rusno, mengaku bangga atas tingginya antusias masyarakat.

“Antusias masyarakat ini menjadi penyemangat kami untuk tampil lebih baik dan meriah lagi nanti. Mudah-mudahan Singo Mudho tetap eksis dan kompak,” ujarnya usai pentas.

Dukungan juga datang dari kalangan pemuda. Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Natuna, Wahono, menilai keterlibatan anggotanya dalam sanggar merupakan bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembinaan karakter generasi muda.

“Kami melihat Reog bukan hanya seni pertunjukan, tetapi juga sarana membentuk disiplin, kekompakan, dan kecintaan terhadap budaya. Karena itu, kami siap mendukung dan ikut terlibat agar kesenian ini tetap hidup dan berkembang di Natuna,” ungkap Wahono.

Baca Juga :  Daeng Ganda Bawa Aspirasi Natuna ke Ketua Komisi 2 DPR RI: Minta Kurang Bayar DBH Disalurkan

Rusno menambahkan, keberhasilan pertunjukan ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, termasuk dukungan tokoh seni Cak Kirun, seniman Reog dari Desa Gunung Putri, serta pemuda berbakat dari PSHT Natuna yang kini menyatu dalam Sanggar Singo Mudho.

Apresiasi juga diberikan kepada Kapolres Natuna, Novyan Aries Efendie, yang hadir memberikan dukungan. Selain itu, peran Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Natuna turut memastikan kelancaran acara.

Di bawah langit malam Ranai, pertunjukan Reog Singo Mudho bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kuat bahwa keberagaman budaya dapat menyatu, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat—baik secara sosial maupun ekonomi. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *