NATUNA — Pembangunan sarana dan prasarana di kawasan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna terus dikebut. Proyek strategis nasional bernilai Rp87,9 miliar ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan kawasan perikanan modern berstandar higienis di wilayah perbatasan utara Indonesia.
Pembangunan SKPT Natuna merupakan hasil kerja sama antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia sebagai pelaksana utama program. Proyek ini masuk dalam daftar Program Strategis Nasional (PSN) sektor kelautan dan perikanan.
Menariknya, seluruh pekerjaan dilakukan tanpa Down Payment (DP), namun tetap berjalan sesuai tahapan teknis dan waktu yang telah ditetapkan.
Project Manager PT Cimendang Sakti Kontrakindo, Muhammad Arif Pratama, mengatakan pembangunan ini tidak hanya mencakup pasar ikan, tetapi juga fasilitas terpadu yang menunjang rantai distribusi hasil tangkapan laut secara efektif dan higienis.
“Fasilitas utama yang dibangun meliputi dermaga sebagai tempat sandar kapal ikan, pasar ikan modern, hingga culinary center yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi masyarakat dan wisatawan,” jelas Arif, Sabtu (28/2/2026).
Untuk menjaga mutu hasil tangkapan, SKPT Natuna akan dilengkapi cold storage berkapasitas 30 ton serta pabrik es (ice factory) berkapasitas 20 ton.
“Dengan adanya fasilitas ini, nelayan tidak harus langsung menjual hasil tangkapan. Ikan bisa disimpan lebih lama agar harga jual tetap stabil,” tambahnya.
Selain itu, kawasan juga dilengkapi power house untuk kebutuhan listrik, Ground Water Tank (GWT) untuk penyediaan air bersih, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah guna menjaga kebersihan kawasan.
Dengan konsep terpadu tersebut, proyek yang dikenal masyarakat sebagai Pasar JICA ini diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi kelautan yang lebih tertata, modern, dan berkelanjutan.
“Dengan konsep ini, SKPT Natuna akan menjadi pusat ekonomi nelayan yang terorganisir, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor perikanan di Kabupaten Natuna,” tutup Arif. (red)






