Pemko Tanjungpinang Siaga Karhutla, Pencegahan Jadi Prioritas Utama

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto/f: diskominfo

Tanjungpinang, AnalisisPos.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang menetapkan status siaga terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul meningkatnya kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir.

Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda, ditambah keterbatasan sumber air di sejumlah titik, dinilai meningkatkan risiko kebakaran yang dapat meluas dan sulit dikendalikan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran dipicu oleh faktor kelalaian manusia.

“Dalam kondisi cuaca panas dan kering seperti saat ini, potensi kebakaran sangat tinggi. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena api sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujar Teguh, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan sumber air menjadi tantangan serius bagi petugas pemadam kebakaran dalam menangani kejadian di lapangan.

“Beberapa sumber air saat ini mulai mengalami penurunan debit bahkan mengering. Hal ini tentu menyulitkan proses pemadaman. Oleh karena itu, langkah pencegahan menjadi upaya paling efektif yang harus kita lakukan bersama,” tambahnya.

Selain larangan pembakaran, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap aktivitas lain yang berpotensi memicu api, seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun benda yang dapat memicu panas di area kering dan bervegetasi. Warga juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan dalam aktivitas tertentu.

“Kita masih dalam musim kemarau, dan kesulitan mencari sumber air bersih. Sudah tiga bulan terakhir, BPBD membantu menyuplai air bersih ke pemukiman warga. Tapi di satu sisi BPBD juga memasok air untuk membantu Damkar memadamkan api akibat karhutla. Untuk itu, kami imbau warga berhati-hati dan tidak melaksanakan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan,” tambah Teguh.

Baca Juga :  Sekdaprov Adi Apresiasi Dedikasi dan Kontribusi Mantan Kepala Perwakilan BI Kepri dalam Temu Pamit

Pemerintah Kota Tanjungpinang juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda awal kebakaran.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Tanjungpinang dapat diminimalkan demi menjaga keselamatan warga serta kelestarian lingkungan. (AP/ns)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *