Kolaborasi Lanud RSA dan UPBU Ranai Gelar Latihan ERP, Simulasikan Kecelakaan Pesawat di Natuna

Foto: Lanud Raden Sadjad (Lanud RSA) bersama Kantor UPBU Kelas III Ranai melaksanakan latihan Emergency Response Plan (ERP), Kamis (11/6/2026).

Natuna, AnalisisPos.com – Sebagai upaya memperkuat kesiapan menghadapi keadaan darurat penerbangan, Lanud Raden Sadjad (Lanud RSA) bersama Kantor UPBU Kelas III Ranai melaksanakan latihan Emergency Response Plan (ERP), Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu Program Kerja Lanud Raden Sadjad Tahun Anggaran 2026 bidang Operasi dan Latihan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat penerbangan di wilayah Natuna.

Bacaan Lainnya

Latihan dipimpin langsung Komandan Lanud RSA Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., dan Kepala Dinas Operasi Lanud RSA Kolonel Pnb Dion Aridito, S.T., M.M., sebagai Komandan Latihan.

Turut hadir Kepala Kantor UPBU Kelas III Ranai Ade Yuliana, S.SiT., M.M., bersama para pejabat Lanud RSA dan unsur pendukung penerbangan lainnya.

Sebanyak 109 personel dilibatkan dalam latihan yang berlangsung di Main Apron Scramble Lanud RSA, terdiri atas 20 personel kelompok latihan, 4 orang pelatih, serta 85 pelaku dan pendukung latihan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi dan koordinasi dalam menghadapi kondisi darurat penerbangan.

Dalam simulasi, petugas Air Traffic Control (ATC) menerima informasi dari APP Tanjungpinang mengenai pesawat Bombardier Air PK-XXX rute Kinabalu-Batam yang mengalami gangguan tekanan kabin (cabin pressure) saat berada di Point Terix, sekitar 90 nautical mile dari Natuna pada ketinggian 15.000 kaki dengan perkiraan waktu pendaratan darurat di Lanud RSA pukul 02.45 UTC.

Informasi tersebut diteruskan kepada Kepala Dinas Operasi Lanud RSA dan selanjutnya dilaporkan kepada Komandan Lanud RSA untuk mengaktifkan prosedur Emergency Response Plan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam skenario latihan, pesawat yang membawa 13 orang tersebut kemudian mengalami crash landing di sisi barat line up Runway 36 dan memicu kebakaran. Kondisi itu mengharuskan seluruh unsur penanggulangan keadaan darurat bergerak cepat sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Baca Juga :  Ketua Dekranasda Natuna Pimpin Rapat persiapan Rakerda Dekranasda tahun 2026

Tim medis segera mengevakuasi penumpang dan awak pesawat dari lokasi kejadian menuju area aman. Korban yang mengalami luka mendapatkan penanganan awal sebelum dievakuasi untuk menjalani perawatan lebih lanjut, sedangkan penumpang yang selamat ditempatkan di lokasi yang telah disterilkan.

Secara bersamaan, tim PK-PPK Lanud RSA bersama ARFF UPBU Kelas III Ranai melaksanakan pemadaman kebakaran guna mencegah meluasnya api. Sementara itu, personel Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) dan Intelijen melaksanakan pengamanan, sterilisasi area, serta olah tempat kejadian perkara.

Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan profesionalisme personel dalam menghadapi keadaan darurat kecelakaan pesawat udara sekaligus meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiel. Selain itu, latihan menjadi sarana menguji kecepatan respons, efektivitas prosedur, serta koordinasi antarinstansi dalam menghadapi situasi darurat.

Setelah seluruh rangkaian simulasi selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan konferensi pers yang dipimpin Komandan Lanud RSA bersama Kepala Kantor UPBU Kelas III Ranai Ade Yuliana, S.SiT., M.M., didampingi para kepala dinas terkait. Konferensi pers tersebut merupakan bagian dari rangkaian latihan ERP bertujuan melatih prosedur penyampaian informasi dan komunikasi publik kepada media massa dalam situasi darurat penerbangan, sehingga informasi yang diterima masyarakat dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

Akhir kegiatan, dilaksanakan evaluasi latihan yang dipimpin langsung oleh Komandan Lanud RSA menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta latihan yang telah melaksanakan setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan tanggung jawab.

Komandan Lanud RSA menegaskan bahwa setiap latihan merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme personel. Oleh karena itu, berbagai kekurangan yang masih ditemukan selama pelaksanaan latihan hendaknya dijadikan bahan evaluasi dan koreksi bersama agar pelaksanaan Emergency Response Plan pada masa mendatang dapat berjalan lebih cepat, tepat, terpadu, dan efektif dalam menghadapi keadaan darurat.**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *