Mendagri Tito Karnavian Dorong UMKM dan Industri Halal Perkuat Ekonomi Kepri

Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menghadiri kegiatan di halaman Gedung Dekranasda Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau/ist.

TANJUNGPINANG, AnalisisPos.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya penguatan peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pengembangan industri halal sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Tito saat menghadiri kegiatan di halaman Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Menurut Tito, sektor UMKM dan industri halal memiliki potensi besar untuk menopang perekonomian nasional sekaligus membuka peluang pasar yang luas, baik di dalam negeri maupun di tingkat global.

Ia menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan produk kerajinan yang sangat beragam dan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Produk kerajinan lokal harus dilihat sebagai bagian dari ekonomi kreatif yang memiliki daya saing di pasar global, bukan sekadar produk biasa,” ujarnya.

Selain itu, Tito juga menyoroti potensi besar industri halal dunia. Ia mengungkapkan bahwa produsen produk halal terbesar saat ini justru berasal dari negara yang bukan mayoritas muslim, seperti Tiongkok dan Brasil.

Karena itu, menurutnya Indonesia memiliki peluang besar untuk mengambil peran sebagai produsen utama produk halal dunia, mengingat jumlah penduduk muslim yang besar serta potensi sumber daya yang dimiliki.

Dalam kesempatan tersebut, Tito juga mengapresiasi perkembangan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau yang dinilai mampu memanfaatkan kedekatan geografis dengan Singapura sebagai salah satu tujuan ekspor produk daerah.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan ekonomi agar manfaat pertumbuhan tersebut dapat dirasakan hingga ke wilayah kepulauan terluar.

Tito juga mengapresiasi inovasi Bank Indonesia melalui sistem pembayaran digital QRIS yang dinilai mampu mendukung penguatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan pendapatan daerah.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Anambas Pastikan Penetapan Tersangka SA Dalam Kasus Penggelapan Uang COD JNE Sesuai Prosedur

Menurutnya, sistem pembayaran digital dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui mekanisme pembayaran pajak dari sektor hotel dan restoran yang dapat langsung masuk ke kas daerah secara daring.

Ia berharap kegiatan Kepulauan Riau Ramadan Fair dapat terus diselenggarakan secara rutin sebagai wadah interaksi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah, bangsa, dan negara,” kata Tito.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *