Masuk Musim Kemarau, DPRD Natuna Dorong Percepatan Operasional Embung Sebayar

Anggota DPRD Natuna dari Komisi III, Erwan Haryadi, saat meninjau kondisi Embung Sebayar, Jumat (27/3/2026)/foto: AP

Natuna, AnalisisPos.com – Terik matahari siang itu menyertai langkah Anggota DPRD Natuna dari Komisi III, Erwan Haryadi, saat meninjau langsung kondisi Embung Sebayar. Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya memastikan kesiapan sumber air baku menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Di tepian embung, tanda-tanda debit air berkurang mulai terlihat. Permukaan air yang biasanya stabil kini tampak menyusut. Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat Embung Sebayar selama ini menjadi salah satu tumpuan utama pasokan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah Ranai dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

“Kalau saya lihat, debit air sudah mulai berkurang dibanding biasanya. Ini harus diantisipasi sejak dini,” ujar Erwan di sela peninjauan, Jumat (27/3/2026).

Embung Sebayar memiliki fungsi vital sebagai sumber air baku untuk mengatasi krisis air bersih, terutama saat musim kering. Infrastruktur ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memperkuat ketahanan air di Kabupaten Natuna, yang kerap menghadapi keterbatasan pasokan saat kemarau.

Dalam peninjauan tersebut, Erwan juga melihat perkembangan infrastruktur pendukung, termasuk pemancangan tiang listrik dan rencana pemasangan jaringan listrik oleh PLN yang akan menunjang operasional sistem distribusi air.

“Tiang listrik sudah dipasang secara bertahap, setelah selesai tinggal menunggu pemasangan jaringan,” katanya sambil memperhatikan satu tiang listrik yang sudah terpancang seputar Embung Sebayar.

Sebagai mitra kerja Komisi III DPRD Natuna, Perumda Air Minum Tirtanusa menjadi pihak yang akan mengelola distribusi air dari embung tersebut. Saat ini, pipa transmisi air baku telah selesai dibangun, pipa transmisi tersebut dirancang mengalirkan air dari Embung Sebayar menuju Bukit Berangin dengan ketinggian sekitar 160 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dengan kapasitas aliran mencapai 50 liter per detik, sistem ini diharapkan mampu memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat yang selama ini kerap mengalami kekurangan, terutama saat musim kemarau.

Baca Juga :  Personel Lanud RSA Natuna Diingatkan Bijak Bermedia Sosial

“Kalau ini sudah dioperasikan, tentu akan sangat membantu masyarakat. Apalagi kita sudah mulai masuk musim kering,” tegasnya.

Di tengah ancaman kemarau yang kian nyata, ia berharap Embung Sebayar kini berdiri sebagai simbol harapan dalam menjawab persoalan klasik di wilayah Ranai dan sekitarnya yakni, ketersediaan air bersih yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat tanpa harus menunggu lebih lama lagi. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *