Distribusi dan Biaya Logistik Diteliti, BRIN Petakan Penyebab Mahalnya Harga di Natuna

Foto: Salah satu peneliti BRIN, Grace Aloina/ist

Natuna, AnalisisPos.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dijadwalkan melakukan riset terkait harga bahan pokok di Kabupaten Natuna pada 18 Mei 2026. Penelitian tersebut difokuskan untuk memetakan penyebab tingginya harga kebutuhan pokok di wilayah perbatasan, khususnya barang yang didistribusikan melalui program Tol Laut.

Riset ini akan melibatkan sejumlah pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah hingga pelaku distribusi logistik dan kepelabuhanan.

Bacaan Lainnya

Kepala Syahbandar Ranai, Liber Hutahaean, membenarkan rencana kedatangan tim peneliti BRIN ke Natuna.

“Iya benar, rombongan akan datang pada tanggal 18 Mei 2026 mendatang,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (12/5/2026).

Menurut Liber, penelitian tersebut akan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Sarana Bandar Nasional (SBN), serta Sarana Bandar Logistik (SBL).

Tim BRIN yang dijadwalkan turun ke lapangan terdiri dari sejumlah peneliti, yakni Dr. Ir. Johni Malisan sebagai Ahli Utama, Pihri sebagai Ahli Muda, dan Grace Aloina sebagai Ahli Muda.

Salah satu peneliti BRIN, Grace Aloina, menjelaskan bahwa penelitian dilakukan untuk melihat fenomena lonjakan harga barang di daerah dibandingkan dengan harga dari kota asal distribusi.

“Biasanya harga barang dari kota ketika sampai ke suatu daerah mengalami kenaikan cukup tinggi,” ujarnya.

Sebelum ke Natuna, tim BRIN disebut telah melakukan penelitian serupa di Kabupaten Pakpak Barat. Pendekatan yang sama akan diterapkan di Natuna dengan memetakan rantai distribusi barang, biaya logistik, serta faktor-faktor lain yang memengaruhi harga akhir di tingkat konsumen.

“Dan kita ke Natuna juga untuk melakukan hal yang sama. Kemarin jadwal sempat tertunda karena kendala penerbangan, namun tanggal 18 nanti kami sudah berada di Natuna,” kata Grace.

Baca Juga :  Danlanud RSA Natuna Hadiri Ibadah Sabtu Teduh, Perkuat Iman dan Kebersamaan

Penelitian ini nantinya akan memotret alur distribusi barang mulai dari pelabuhan hingga sampai ke masyarakat. Selain itu, tim juga akan menelaah pengaruh biaya bongkar muat, distribusi antarpulau, hingga faktor cuaca yang selama ini dinilai berdampak terhadap harga bahan pokok di Natuna.

Sebagai daerah kepulauan dan wilayah perbatasan, Natuna selama ini menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Tingginya biaya transportasi dan distribusi dinilai menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga barang di pasaran.

Melalui riset ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai rantai distribusi dan hambatan logistik, sehingga dapat menjadi dasar evaluasi terhadap efektivitas program Tol Laut dalam menekan disparitas harga di daerah terluar. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *